Kapan Pernikahan Dihukumi Wajib Bagi Seseorang?

Pernikahan dapat menjadi wajib hukumnya jika seseorang telah memiliki kemampuan untuk berumah tangga, baik secara fisik maupun finansial, serta sulit baginya untuk menghindari zina. Orang tersebut diwajibkan menikah karena dikhawatirkan jika tidak, maka ia bisa melakukan perbuatan zina yang dilarang dalam Islam.

Apakah semua pernikahan dihukumi Sunnah?

Namun perlu anda ketahui juga bahwa tidak semua pernikahan dihukumi Sunnah. Diibaratkan makan, makan hukumnya bisa wajib, bisa sunnah, bisa makruh, bahkan juga bisa haram, semua itu tergantung dari niat dan keadaan kita masing-masing.

Mengapa diwajibkan menikah jika ia mengetahui bahwa dirinya akan terjerumus saja?

Ia berkata dalam “Al Furu’”: “…Maka diwajibkan (menikah) jika ia mengetahui bahwa dirinya akan terjerumus saja”. Rasulullah bersabda, “ Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu maka menikahlah, karena akan lebih menundukkan pandangan, dan lebih mampu menjaga kemaluan.

Apakah pernikahan harus makan?

Makan hukumnya wajib apabila kita mati jika tidak makan, makan juga bisa haram apabila apa yang kita makan adalah barang curian. Begitu juga dengan pernikahan, hukumnya bisa saja sunnah, makruh, wajib, bahkan haram, hal itu tergantung kondisi serta situasi yang melingkupi suasana pernikahan itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *