Pertanyaan: Ranitidine Hcl Obat Apa?

Ranitidine HCL diminum kapan?

75 mg satu kali sehari, diminum 30 – 60 menit sebelum makan, dan maksimal 150 mg per hari (anak di atas 12 tahun yang sakit maag). 4 – 8 mg/kg berat badan dua kali per hari, setiap 12 jam.

Apakah Ranitidine HCL berbahaya?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut obat tukak lambung dan tukak usus yang mengandung ranitidin akan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi di atas ambang batas per hari.

Bahaya Ranitidine HCL 150 mg obat apa?

Pasalnya, ranitidin dapat memicu terjadinya beberapa efek samping, seperti muntah-muntah, diare, sakit kepala, ruam kulit, insomnia, vertigo, sakit perut, konstipasi, kesulitan menelan, serta urine yang tampak keruh.

Apakah ranitidin dilarang?

Liputan6.com, Jakarta Sempat ditarik dari pasaran, obat ranitidin kini boleh beredar kembali. Sebelumnya obat biasa digunakan untuk mengobati tukak dan asam lambung ini tidak boleh beredar terkait dengan nilai ambang batas cemaran N-Nitrosodiemthylamine (NDMA).

Ranitidine sebelum apa sesudah makan?

Cara Menggunakan Ranitidin dengan Benar Ikuti anjuran dokter dan selalu ingat untuk membaca keterangan pada kemasan sebelum menggunakan ranitidin. Jangan menggandakan atau mengurangi dosis, serta jangan memperpanjang waktu penggunaan obat. Ranitidin dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Rantin diminum kapan?

Kalau minum Rantin 150mg 2 kali sehari sebelum/sesudah makan.

Apa bahaya obat ranitidin?

Efek Samping Ranitidin, Obat Asam Lambung yang Ditarik BPOM Lantaran Picu Kanker. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menarik obat asam lambung ranitidin dari peredaran. Alasannya karena obat tersebut mengandung cemaran yang berpotensi menyebabkan kanker.

You might be interested:  Jawaban Cepat: Telat Haid 10 Hari Apa Bisa Dikatakan Hamil?

Apakah Ranitidine HCL ditarik dari peredaran?

KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik produk ranitidin dari peredaran. Melalui laman resminya, BPOM menjelaskan bahwa penarikan ranitidin dilakukan karena adanya kajian soal cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada produk obat yang mengandung ranitidin.

Apakah ranitidine sudah aman dikonsumsi?

Berikut Daftarnya! JAKARTA-RADAR BOGOR, Beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik seluruh obat asam lambung ranitidin karena cemaran zat N-Nitrosodimethylamine (NDMA) karena berkaitan dengan risiko kanker.

Pengganti ranitidin apa?

Penghambat Pompa Proton (kapsul lepas tunda lansoprazol, kapsul lepas tunda omeprazol, tablet salut enterik Pantoprazole, tablet salut enterik Esomeprazol dan tablet salut enterik Natrium Rabeprazole). 3. Antagonis Reseptor-H2 (tablet dan tablet salut Simetidin serta tablet salut selaput Famotidin.

Ranitidin apa saja yang ditarik?

Berikut adalah daftar produk ranitidin yang ditarik dari peredaran:

  • PT Phapros Tbk. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL.
  • PT Glaxo Wellcome Indonesia. Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL.
  • PT Global Multi Pharmalab. Rinadin Sirup 75 mg/5mL.
  • PT Indofarma.
  • PT Pharos Indonesia.
  • PT Armoxindo Farma.
  • PT Dexa Medica.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *