Kapan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika Muncul?

Seperti apa sejarahnya? Semboyan Bhinneka Tunggal Ika pertama kali diungkapkan oleh Mpu Tantular dalam kitabnya, kakawin Sutasoma. Dalam bahasa Jawa Kuno kakawin artinya syair. Kakawin Sutasoma ditulis pada tahun 1851 dengan menggunakan aksara Bali, namun berbahasa Jawa Kuno.

Apa yang dimaksud dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dianggap mewakili pandangan negara Indonesia dan dapat memperteguh kedaulatan bangsa. Menyatukan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda menjadi satu kedaulatan negara Indonesia tanpa adanya diskriminasi.

Siapa yang menciptakan ungkapan Bhinneka Tunggal Ika?

Suhandi Sigit Dalam bukunya yang berjudul Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (2012:196) mengemukakan bahwa ungkapan Bhinneka Tunggal Ika dapat ditemukan dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad XIV di masa Kerajaan Majapahit.

Apa yang dimaksud dengan Bhineka Tunggal Ika?

‘Bhineka Tunggal Ika’, berarti berbeda-beda tetapi tetap satu, sebagai semboyan kesatuan dan persatuan bagi masyarakat Indonesia. Kata Bhineka Tunggal Ika berasal dari Bahasa Jawa Kuna, yang dikutip dari buku Sutasoma karangan Mpu Tantular pada abad ke-14, semasa kerajaan Majapahit.

Apa arti dari frasa Bhinneka Tunggal Ika?

Dikutip dari situs resmi Portal Informasi Indonesia, frasa Jawa Kuno tersebut secara harfiah mengandung arti berbeda-beda namun tetap satu jua. Bhinneka artinya beragam, tunggal artinya satu, ika artinya itu, yakni beragam satu itu. Konon, pendiri bangsa yang pertama kali menyebut frasa Bhinneka Tunggal Ika adalah Moh Yamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *